FGD & Wawancara Seleksi Penerimaan Beasiswa Djarum 2004/2015

Haloooo, Gaeeesss…
          Udah penasaran sama tes FGD dan wawancaranya seleksi BESWAN Djarum?
          Oke, deh langsung ajaaah…
          Yuuukksss…

          Sebelumnya aku mau ngucapin “SYELAAAMAAAT” Kepada kamu kalo udah berhasil lolos tahap tes tulis. Yang belum baca tips menghadapi tes tulisnya bisa dikepoin disini. Ayo Geesss… tinggal beberapa langkah lagi untuk menjadi penerima beasiswa Djarum!! Pacu terus syemangatnyaaaa…… *Muah-muah. Dan jangan lupa untuk bersyukur karena kamu telah berhasil melewati seleksi yang menurutku paling sulit karena harus menyisihkan ribuaaaan peserta yang telah bersama-sama denganmu menunggu gerbang ujian dibuka pagi-pagi di tempat parkir *jiaaahhh.

           Okay, jadi FGD (Focus Group Discussion) akan dilaksanakan langsung setelah ujian tulis berakhir. Pada tahap ini calon beswan akan dibagi menjadi beberapa kelompok (tergantung dengan jumlah peserta, waktu itu 120 peserta dibagi menjadi 2 kelompok besar kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil)  yang terdiri dari 7-8 peserta setiap kelompoknya. Nah, setiap kelompok akan diberikan satu study kasus mengenai isu terkini yang terjadi di Indonesia dan kelompok harus mufakat menentukan sebagai pihak PRO atau KONTRA. Tenang saja, FGD ini tidak jauh berbeda dengan presentasi kuliah yang kita lakukan setiap hari di kelas.

Waktu itu kelompok kami mendapatkan bahan diskusi mengenai “Penutupan Gang Dolly”, dan kelompok memutuskan untuk mendukung kebijakan tersebut dengan beberapa alasan dan menawarkan beberapa solusi untuk dampak-dampak yang dimungkinkan akan timbul pasca penutupan gang Dolly.

          Ketika berdiskusi dalam kelompok, usahakan jangan terlalu aktif/mendominasi dan jangan pula terlalu pasif. Yang sedang-sedang sajalah. Utarakan pendapatmu dengan jelas dan meyakinkan karena ketika proses diskusi berlangsung kalian akan didampingi oleh satu panitia yang bertugas untuk menilai kalian dalam aktivitas diskusi ini.  

          Setelah itu kelompok akan mempresentasikan hasil diskusinya di depan seluruh peserta untuk diperoleh tanggapan, sanggahan, komentar, dan kritik. Dan selama proses ini berlangsung akan terus ada panitia yang akan menilai kepribadian kita melalui cara kita menyampaikan ide, berpendapat, dan berbicara di depan umum. Karena kita bekerja dalam tim, maka jangan terlalu menonjolkan diri. kita tetap aktif namun tetap dalam porsinya. Waktu untuk presentasi ini hanya berkisar 10 menit saja dan akan dipaksa untuk dihentikan apabila waktu telah berakhir. Jadi, berikan juga kesempatan kepada teman barumu untuk menyampaikan idenya juga.

          Dan FGD selesai tepat saat adzan maghrib berkumandang. Ada kelegaan yang bercampur dengan rasa nervous juga untuk menghadapi wawancara esok hari.

          Tes wawancara.
          Ada suatu kejadian yang membuatku sedikit dibuat hopeless di 30 menit menjelang namaku dipanggil untuk mengikuti wawancara. Dengan percaya diri aku telah tiba di gedung yang “kuanggap” sebagai tempat berlangsungnya tahap wawancara yaitu tempat yang sama dengan tempat tes tulis kemarin. Namun nyatanyaaa… Aku salah besarrrr!!!! Disana Cuma ada Cleaning Service yang memberitahuku bahwa lokasi wawancara berada di lokasi kampus yang berbeda dan sialnya aku tidak tahu jalan untuk mencapai kampus ituu. Oh NOOO! Ku tengok jam di pergelangan tanganku, sudah pukul 08.35 dan jadwalku wawancara tepat pukul 09.00!!

          Aku mencoba menghubungi temanku si mbak Erza yang alhamdulillahnya juga berhasil lolos hingga tahap wawancara. Saat ku telepon dia, dia sedang perjalanan ke tempatku berdiri saat itu. Diapun tak tahu kalau lokasi wawancara berada di kampus yang berbeda! Untungnya dia tau lokasi kampus yang dimaksud.

          Aku sedikit ketar-ketir karena kakak panitia pedamping (beswan angkatan 29) telah mewanti-wanti agar tidak datang terlambat pada sesi ini. dan akhirnya sampailah kami di tempat 15 menit kemudian.

          Setelah sampai, aku bertanya kepada teman-teman yang juga sedang menunggu giliran untuk diwawancarai, ternyata mereka juga kecele tempat. Kakak beswan 29 yang mendengarkan cerita kami berkomentar sambil bercanda, “Loh, masak kalian gak tau kalo tempatnya disini??” trus kami jawab, “Enggak tauuu… Tulisannya kuecill banget di pojok atas”. Eh, si kakak malah ngeles lagi, “Loh, calon beswan harus teliti, dong.” Jiaaahhh, huhuhu… Betul juga, sih.

          Oke, setelah menunggu sekitar 10 menitan akhirnya namaku dipanggil. Ada sekitar 6 meja dari A-F. Satu orang peserta akan diwawancarai pada 1 meja saja. Setiap meja berisi 1 atau 2 orang pewawancara. Waktu itu aku diwawancarai di meja E dengan 2 orang pewawancara. And do you know, yang mewawancarai aku waktu itu adalah pemrakarsa berdirinya Djarum Foundation, Bapak Suwarno M. Serad dan Pembina beswan Jember, Pak Yudha.

          Jangan ditanya, deg-degan pasti iya. Karena ini adalah pertama kalinya aku diwawancarai oleh orang-orang hebat. Setelah bersalaman dan dipersilahkan duduk, aku mulai diminta untuk memperkenalkan diri secara singkat meliputi nama, universitas, dan jurusan/prodi. Selanjutnya aku ditanya seputar keluarga. Anak keberapa, jumlah saudara berapa, ayah dan ibu bekerja sebagai apa, dan pertanyaan seputar keluarga yang otomatis sudah hafal di luar kepala.

          Setelah itu pembicaraan berganti topic mengenai alasan mengapa aku memilih jurusan PGSD, kegiatanku sehari-hari apa, usaha untuk mendapatkan pengalaman keguruan apa saja, dan pertanyaan waktu itu hanya seputar itu saja yang aku dapatkan. Itupun kurasa aku adalah peserta yang diwawancarai paling lama. Didukung oleh 2 orang kakak beswan 29 yang juga bilang seperti itu. Waktu itu aku dowawancarai sekitar hampir 45 menit. Padahal jatah durasi wawancara hanya 30 menit. Aku masuk duluan dari temanku yang duduk di meja F, tapi keluarnya duluan dia. Tapi aku senang, serangakaian tes mulai kemarin adalah pengalaman yang luar biasa sangatttt. Amazing, fantastis, wonderfull, Aye!! *yel-yeldulu.

          Setelah ngobrol sana dan ngobrol sini, ternyata si mbak Erza juga ditanyai seputar apa yang digambar pada saat psikotes kemarin. Tapi aku ga ditanyai sama sekali tentang apa yang aku gambar. Jadi ingat-ingatlah apa yang telah kamu gambar saat psikotes. Buat jaga-jaga kalau gambarmu akan menjadi topic pembicaraan.

          Saat proses wawancara berlangsung, jangan sekali-kali menunduk ya, Gaees. Kalau tidak berani menatap langsung mata pewawancara, tataplah area diantara kedua mata.  Tunjukkan bahwa kamu antusias mengikuti tes ini dan bener-bener memimpikan menjadi seorang beswan. Jawablah semua pertanyaan dengan PD secara jelas dan lancar. Jangan terlalu lebay berapi-api kayak orang mimpin demo tapi jangan juga terlalu lemah lembut sampe ga kedengeran. Jawablah pertanyaan yang benar-benar sesuai dengan apa adanya dirimu. Jangan melebih-lebihkan  karena pewawancara akan tahu ketika kamu berbohong. Kembali lagi, JUST BE YOUR SELF !! Panitia memiliki kriteria tersendiri untuk menilai kepribadianmu apakah layak atau tidak menyandang gelar sebagai seorang beswan. Yang terpenting buatlah panitia pengujimu merasa yakin untuk memilihmu sebagai seorang beswan!!

          Dan wawancara ini adalah tes terakhir dalam rangkaian seleksi penerima beasiswa Djarum. Tinggal berdoa dan bertawakal atas usaha yang telah kita lakukan. Ingatlah bahwa Tuhan akan senantiasa memperhitungkan setiap usaha yang telah kita keluarkan.

          Waktu itu aku harus menunggu pengumuman diterima atau tidaknya sekitar 3 minggu lamanya setelah wawancara berakhir yaitu tanggal 31 Mei 2014. Tapi waktu itu pengumuman untuk daerah Malang diumumkan 2 hari lebih awal yaitu tanggal 29 Mei 2014. Setelah pulang kuliah dan sebelum berangkat menuju Hotel Purnama-Batu karena ada acara Recheduling Ormawa kampus, aku ditemani temanku Indra menuju salah satu PTN di Malang yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan pengumuman.

          Sepanjang jalan kuucap sholawat Nabi berharap semoga ini memang rezekiku. Tiba di tempat pengumuman, ternyata tempatnya sepi. Di sana ada beberapa komputer dan aku harus meng-input nomor pendaftaran untuk mengetahui hasilnya.  Setelah mengisi presensi, kakak-kakak beswan angkatan 29 mengompori seperti ini, “Pilih computer ini aja, dek. Ini computer keberuntungan. Yang pake computer ini daritadi dinyatakan lolos, loh.”

          DEG DEG DEG DEG DEG…
          Kuketik nomor pendaftaranku yang kuhafal di luar kepala.

          KXPXC

          Dan jeng jeng jeng…………
          Hasil inilah yang kudapatkan.


          Alhamdulillah yang tak terhingga untuk Tuhanku, Allah SWT. Reflek langsung kupeluk Indra Cahyani yang berdiri di sampingku. Kami loncat-loncat kayak anak SD (alay emang). Tersirat kebahagiaan dirautnya atas keberhasilanku. Thank’s my lovely Indra!

          Setelah itu aku disuruh untuk menemui kakak yang berdiri sekitar 8 meter dari deretan komputer pengumuman untuk mendapatkan pengarahan selanjutnya. Disana telah ada beberapa kawan baru yang juga baru saja melihat pengumuman. Di sela-sela pengarahan, aku dipanggil oleh 2 orang kameramen yang memintaku untuk memberikan testimoni mengenai pengalaman mengikuti tahap seleksi sampai pengumuman hari ini. Ternyata malu-maluin itu terkadang ada untungnya juga. Ini, nih jadinya diminta kasih testimoni juga, hihihi. 

           Pengarahan itu ternyata tentang pertemuan awal kami dan setiap beswan baru diminta untuk mempersiapkan sebuah talent show minggu depan. Otomatis aku memutuskan untuk perform tari. Karena itulah satu-satunya kesenian dan bakat yang paling aku kuasai.

          Oke, baiklah, Gaees… demikianlah ceritaku mengenai pengalaman mengikuti seleksi penerimaan beasiswa Djarum. Gak rugi kalo kalian ingin mencobanya. Pengalaman yang didapatkan sungguh-sungguh KETJE syekaliiii…

          Okay, tunggu ceritaku tentang kegiatan Nation Buliding Beswan Djarum 30 di postingan berikutnya, yaaaaaa. See uu, Gaeeesss……

          Ddaaaaa *lambaitanganteletubies



          

Komentar

Posting Komentar