Haloooo, Gaeeesss…
Udah penasaran
sama tes FGD dan wawancaranya seleksi BESWAN Djarum?
Oke, deh
langsung ajaaah…
Yuuukksss…
Sebelumnya aku
mau ngucapin “SYELAAAMAAAT” Kepada kamu kalo udah berhasil lolos tahap tes
tulis. Yang belum baca tips menghadapi tes tulisnya bisa dikepoin disini. Ayo Geesss… tinggal beberapa langkah lagi untuk menjadi penerima
beasiswa Djarum!! Pacu terus syemangatnyaaaa…… *Muah-muah. Dan jangan lupa
untuk bersyukur karena kamu telah berhasil melewati seleksi yang menurutku
paling sulit karena harus menyisihkan ribuaaaan peserta yang telah bersama-sama
denganmu menunggu gerbang ujian dibuka pagi-pagi di tempat parkir *jiaaahhh.
Okay, jadi FGD (Focus Group Discussion) akan dilaksanakan langsung setelah ujian
tulis berakhir. Pada tahap ini calon beswan akan dibagi menjadi beberapa
kelompok (tergantung dengan jumlah peserta, waktu itu 120 peserta dibagi
menjadi 2 kelompok besar kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil) yang terdiri dari 7-8 peserta setiap
kelompoknya. Nah, setiap kelompok akan diberikan satu study kasus mengenai isu
terkini yang terjadi di Indonesia dan kelompok harus mufakat menentukan sebagai
pihak PRO atau KONTRA. Tenang saja, FGD ini tidak jauh berbeda dengan
presentasi kuliah yang kita lakukan setiap hari di kelas.
Waktu itu kelompok kami
mendapatkan bahan diskusi mengenai “Penutupan Gang Dolly”, dan kelompok
memutuskan untuk mendukung kebijakan tersebut dengan beberapa alasan dan
menawarkan beberapa solusi untuk dampak-dampak yang dimungkinkan akan timbul
pasca penutupan gang Dolly.
Ketika
berdiskusi dalam kelompok, usahakan jangan terlalu aktif/mendominasi dan jangan
pula terlalu pasif. Yang sedang-sedang sajalah. Utarakan pendapatmu dengan
jelas dan meyakinkan karena ketika proses diskusi berlangsung kalian akan
didampingi oleh satu panitia yang bertugas untuk menilai kalian dalam aktivitas
diskusi ini.
Setelah itu
kelompok akan mempresentasikan hasil diskusinya di depan seluruh peserta untuk
diperoleh tanggapan, sanggahan, komentar, dan kritik. Dan selama proses ini
berlangsung akan terus ada panitia yang akan menilai kepribadian kita melalui
cara kita menyampaikan ide, berpendapat, dan berbicara di depan umum. Karena
kita bekerja dalam tim, maka jangan terlalu menonjolkan diri. kita tetap aktif
namun tetap dalam porsinya. Waktu untuk presentasi ini hanya berkisar 10 menit
saja dan akan dipaksa untuk dihentikan apabila waktu telah berakhir. Jadi,
berikan juga kesempatan kepada teman barumu untuk menyampaikan idenya juga.
Dan FGD selesai
tepat saat adzan maghrib berkumandang. Ada kelegaan yang bercampur dengan rasa
nervous juga untuk menghadapi wawancara esok hari.
Tes wawancara.
Ada suatu
kejadian yang membuatku sedikit dibuat hopeless
di 30 menit menjelang namaku dipanggil untuk mengikuti wawancara. Dengan
percaya diri aku telah tiba di gedung yang “kuanggap” sebagai tempat
berlangsungnya tahap wawancara yaitu tempat yang sama dengan tempat tes tulis
kemarin. Namun nyatanyaaa… Aku salah besarrrr!!!! Disana Cuma ada Cleaning Service yang memberitahuku
bahwa lokasi wawancara berada di lokasi kampus yang berbeda dan sialnya aku
tidak tahu jalan untuk mencapai kampus ituu. Oh NOOO! Ku tengok jam di
pergelangan tanganku, sudah pukul 08.35 dan jadwalku wawancara tepat pukul
09.00!!
Aku mencoba
menghubungi temanku si mbak Erza yang
alhamdulillahnya juga berhasil lolos hingga tahap wawancara. Saat ku telepon
dia, dia sedang perjalanan ke tempatku berdiri saat itu. Diapun tak tahu kalau
lokasi wawancara berada di kampus yang berbeda! Untungnya dia tau lokasi kampus
yang dimaksud.
Aku sedikit
ketar-ketir karena kakak panitia pedamping (beswan angkatan 29) telah
mewanti-wanti agar tidak datang terlambat pada sesi ini. dan akhirnya sampailah
kami di tempat 15 menit kemudian.
Setelah sampai,
aku bertanya kepada teman-teman yang juga sedang menunggu giliran untuk
diwawancarai, ternyata mereka juga kecele
tempat. Kakak beswan 29 yang mendengarkan cerita kami berkomentar sambil
bercanda, “Loh, masak kalian gak tau kalo tempatnya disini??” trus kami jawab,
“Enggak tauuu… Tulisannya kuecill banget di pojok atas”. Eh, si kakak malah
ngeles lagi, “Loh, calon beswan harus teliti, dong.” Jiaaahhh, huhuhu… Betul
juga, sih.
Oke, setelah
menunggu sekitar 10 menitan akhirnya namaku dipanggil. Ada sekitar 6 meja dari
A-F. Satu orang peserta akan diwawancarai pada 1 meja saja. Setiap meja berisi
1 atau 2 orang pewawancara. Waktu itu aku diwawancarai di meja E dengan 2 orang
pewawancara. And do you know, yang
mewawancarai aku waktu itu adalah pemrakarsa berdirinya Djarum Foundation,
Bapak Suwarno M. Serad dan Pembina beswan Jember, Pak Yudha.
Jangan ditanya,
deg-degan pasti iya. Karena ini adalah pertama kalinya aku diwawancarai oleh
orang-orang hebat. Setelah bersalaman dan dipersilahkan duduk, aku mulai diminta
untuk memperkenalkan diri secara singkat meliputi nama, universitas, dan
jurusan/prodi. Selanjutnya aku ditanya seputar keluarga. Anak keberapa, jumlah
saudara berapa, ayah dan ibu bekerja sebagai apa, dan pertanyaan seputar
keluarga yang otomatis sudah hafal di luar kepala.
Setelah itu
pembicaraan berganti topic mengenai alasan mengapa aku memilih jurusan PGSD,
kegiatanku sehari-hari apa, usaha untuk mendapatkan pengalaman keguruan apa
saja, dan pertanyaan waktu itu hanya seputar itu saja yang aku dapatkan. Itupun
kurasa aku adalah peserta yang diwawancarai paling lama. Didukung oleh 2 orang
kakak beswan 29 yang juga bilang seperti itu. Waktu itu aku dowawancarai
sekitar hampir 45 menit. Padahal jatah durasi wawancara hanya 30 menit. Aku
masuk duluan dari temanku yang duduk di meja F, tapi keluarnya duluan dia. Tapi
aku senang, serangakaian tes mulai kemarin adalah pengalaman yang luar biasa
sangatttt. Amazing, fantastis, wonderfull,
Aye!! *yel-yeldulu.
Setelah ngobrol
sana dan ngobrol sini, ternyata si mbak Erza
juga ditanyai seputar apa yang digambar pada saat psikotes kemarin. Tapi aku ga
ditanyai sama sekali tentang apa yang aku gambar. Jadi ingat-ingatlah apa yang
telah kamu gambar saat psikotes. Buat jaga-jaga kalau gambarmu akan menjadi
topic pembicaraan.
Saat proses
wawancara berlangsung, jangan sekali-kali menunduk ya, Gaees. Kalau tidak
berani menatap langsung mata pewawancara, tataplah area diantara kedua mata. Tunjukkan bahwa kamu antusias mengikuti tes
ini dan bener-bener memimpikan menjadi seorang beswan. Jawablah semua
pertanyaan dengan PD secara jelas dan lancar. Jangan terlalu lebay berapi-api
kayak orang mimpin demo tapi jangan juga terlalu lemah lembut sampe ga
kedengeran. Jawablah pertanyaan yang benar-benar sesuai dengan apa adanya dirimu.
Jangan melebih-lebihkan karena
pewawancara akan tahu ketika kamu berbohong. Kembali lagi, JUST BE YOUR SELF !! Panitia memiliki kriteria tersendiri untuk
menilai kepribadianmu apakah layak atau tidak menyandang gelar sebagai seorang
beswan. Yang terpenting buatlah panitia pengujimu merasa yakin untuk memilihmu
sebagai seorang beswan!!
Dan wawancara
ini adalah tes terakhir dalam rangkaian seleksi penerima beasiswa Djarum.
Tinggal berdoa dan bertawakal atas usaha yang telah kita lakukan. Ingatlah
bahwa Tuhan akan senantiasa memperhitungkan setiap usaha yang telah kita
keluarkan.
Waktu itu aku
harus menunggu pengumuman diterima atau tidaknya sekitar 3 minggu lamanya
setelah wawancara berakhir yaitu tanggal 31 Mei 2014. Tapi waktu itu pengumuman
untuk daerah Malang diumumkan 2 hari lebih awal yaitu tanggal 29 Mei 2014.
Setelah pulang kuliah dan sebelum berangkat menuju Hotel Purnama-Batu karena
ada acara Recheduling Ormawa kampus,
aku ditemani temanku Indra menuju salah satu
PTN di Malang yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan pengumuman.
Sepanjang jalan
kuucap sholawat Nabi berharap semoga ini memang rezekiku. Tiba di tempat
pengumuman, ternyata tempatnya sepi. Di sana ada beberapa komputer dan aku harus
meng-input nomor pendaftaran untuk mengetahui hasilnya. Setelah mengisi presensi, kakak-kakak beswan
angkatan 29 mengompori seperti ini, “Pilih computer ini aja, dek. Ini computer
keberuntungan. Yang pake computer ini daritadi dinyatakan lolos, loh.”
DEG DEG DEG DEG
DEG…
Kuketik nomor
pendaftaranku yang kuhafal di luar kepala.
KXPXC
Dan jeng jeng
jeng…………
Hasil inilah
yang kudapatkan.
Alhamdulillah yang tak terhingga untuk
Tuhanku, Allah SWT. Reflek langsung kupeluk Indra Cahyani yang berdiri di sampingku.
Kami loncat-loncat kayak anak SD (alay emang). Tersirat kebahagiaan dirautnya
atas keberhasilanku. Thank’s my lovely
Indra!
Setelah itu aku disuruh untuk menemui kakak yang berdiri sekitar
8 meter dari deretan komputer pengumuman untuk mendapatkan pengarahan
selanjutnya. Disana telah ada beberapa kawan baru yang juga baru saja melihat
pengumuman. Di sela-sela pengarahan, aku dipanggil oleh 2 orang kameramen yang
memintaku untuk memberikan testimoni mengenai pengalaman mengikuti tahap
seleksi sampai pengumuman hari ini. Ternyata malu-maluin itu terkadang ada
untungnya juga. Ini, nih jadinya diminta kasih testimoni juga, hihihi.
Pengarahan itu ternyata tentang pertemuan awal
kami dan setiap beswan baru diminta untuk mempersiapkan sebuah talent show minggu depan. Otomatis aku
memutuskan untuk perform tari. Karena
itulah satu-satunya kesenian dan bakat yang paling aku kuasai.
Oke, baiklah,
Gaees… demikianlah ceritaku mengenai pengalaman mengikuti seleksi penerimaan
beasiswa Djarum. Gak rugi kalo kalian ingin mencobanya. Pengalaman yang
didapatkan sungguh-sungguh KETJE syekaliiii…
Okay, tunggu
ceritaku tentang kegiatan Nation Buliding Beswan Djarum 30 di postingan
berikutnya, yaaaaaa. See uu, Gaeeesss……
Ddaaaaa
*lambaitanganteletubies

Ini tesnya dimana ya kak waktu itu?
BalasHapusIni tesnya dimana ya kak waktu itu?
BalasHapus